Posted on 21 February, 2013

Posted on 18 January, 2013

Stupid (LOVE) Questions

*menulis secepat hati yang disambar rindu*

BEUL!! NULIS SURAT CINTA #DUAHATI BEUL!! KONSISTEN SIAH CETAN!!

AAAAAAK!! AING CONOH KA ANJEUN! AAAAAAAK!

OKE CUKUP! MULAI!!

1. Pertama kali ketemu aku kapan dan di mana?

AAAAAAAK! TREE HOUSE AAAAAK! ERR.. 2 TAHUN LALU HIHII..

2. Pertama kali bertatapan mata?

DUH! DEG! BAHTIAR BUKAN YAAA? KOK KAYA BISMA SM*SH! AAAAAK!! (2 tahun lalu belom ada SM*SH kehed) —” OYA ENYA POHO AING

3. Kesan setelah kenalan?

ISH BARU KENAL SUAP-SUAPIN KARBONARA (—,)

4. Terakhir ketemu aku kapan?

SEMALEM DI MIMPI #TIMPACARANVIALUCIDDREAM

5. Pertama kali pegangan tangan?

AAAAAAK!! DEG-DEGAN LAGIIIII AAAAAAK!!

6. Pertama kali cis-cis

IYA ITU ABIS PERTAMA KALI PEGANGAN TANGAN AHAHAHAHAAA

7. Udah kenal berapa lama?

2 TAHUN YANG BERASA 20 TAHUN.. TSAELAH BISA AJA NI TAPLAK MEJA!

8. Kebiasaan aku yang paling gak kamu suka?

PELUPA! POHO DEUI POHO DEUI SIAH MANEH CETAN! TAPI YA ITULAH SEMESTA.. AKU DICIPTAKAN UNTUK MENJADI REMINDERSMU SAYANG :*

9. Sebutin hal-hal yang bisa bikin kamu inget aku

HARUM BELAGEOH! SAMA ITU BAU DURIAN!! YAK SELAMAT KAMU TIDUR GARASI!

10. Yang nyebelin dari aku?

KAMU ITU SUKA BIKIN KANGEN! SEBEL TAU KANGEN MULU! (SAPA SURUH LDR *suara gaib dari belakang*)

11. Apa yang membanggakan dari aku?

KAMU JAGO MAEN SEMUA ALAT MUSIK, TRUS SUARANYA BAGUS!! ISH! TRUS PINTER MASAK ANJIS PADAHAL AKU AJA GAK BISA *EMOT NANGIS* POKOKNYA YOU’RE THE BEST SAYANG!

12. Panggilan sayang buat aku?

- A’A!! A’A, ADEK KANGEN A’A!! ATUHLAH A..

- KAMBING!

- MPEB :*

13. Waktu PDKT, apa daya tariknya?

AAAAK!! APAAA?!! KAMU BANGUN PAGI BUAT MAEN GAMELAN DI KAMPUS?!! *PINGSAN ELEGAN* TRUS YA KAMU BILANG GINI MALEMNYA “Mau aku kirimin voice notes gak?” HAHAHAHAHAHAAHAA

14. Apa yang bikin kamu kangen aku?

BAU ETEK AMUH! IYA BAU ETEK ACEM YANG GAK MANDI 3 HARI ITU! DASAR KESAYANGANNYA AKU..

15. Hal-hal gila apa yang pernah kita lakukan?

1. KETAHAN DI GERBANG PAS KONSER PARAMORE KARNA BAWA KAMERA SLR

2. KETAHAN DI GERBANG KONSER GLENN FREDLY KARNA BAWA KAMERA SLR

IYA SEMUA KETAHAN DI GERBANG KARNA AKU YANG BEGO BAWA2 KAMERA SLR!! TRUS KAMU MASIH YANG SETIA AJA GITU NEMENIN AKU DI DEPAN PETUGAS YANG GIGINYA RUNCING2 ABIS DI ASAH PARANG. TRUS KAMU MELUK AKU TRUS SEMUA YANG LAGI NGANTRI DI BELAKANG PADA IRI HAHAHAHAAA (SUKURIN MAKANYA SAPA SURUH JOMBLO!!)

OHYA PAS KONSER GLENN AKHIRNYA KAMU GANDENG TANGAN AKU DAN NEKAT NGAJAK AKU KABUR KE DALEM GEDUNG HIHIHIHIHIII

16. Hal romantis yang mengesankan

ENDONG ADEK A’ ENDONG ADEK LAGI

17. Hal apa yang tidak akan pernah terlupakan

MAKASIH YA PAS AKU LAGI DROP DI HOTEL PAS OUTING KANTOR, KAMU DATENG, GENDONG AKU KE WC BUAT MUNTAH, GENDONGIN LAGI KE TEMPAT TIDUR, GENDONG BAWA KE TAXI, TRUS ANTER AKU KE UGD.. AAAAAK! AYAAAAANG :*

OH YA SATU LAGI, PAS AKU ULANG TAHUN TRUS KAMU BIKIN SEBEL SEHARIAN TERNYATA SORENYA MUNCUL DI DEPAN KANTOR BAWAIN BUNGA (WALAUPUN BUNGA DARI TISYU) AHAHAHAHAAA KAMU IH DASAR! PINTER BANGET BIKIN AKU JADI TAMBAH SAYANG!

18. Hal apa yang mau kamu sampein ke aku

AKU SAYANG KAMU AY! BERSYUKURNYA AKU PUNYA KAMU YANG SABAR DAN PERHATIAN! :’)

SALAM RINDU,

ADEKNYA A’A :*

Posted on 14 January, 2013

default album art CD reflection

    Track:
    Beach

    Artist:
    Mew

    Album:
    No More Stories Are Told Today, I'm Sorry, They Washed Away

    Plays:
    276 plays

 

Posted on 14 January, 2013

Biarkan Semua Seperti Seharusnya

*tring*

Tiba-tiba sebuah notif dari Yahoo Messenger siang itu sedikit menyesakkan dadaku. 

Karina Devita is signed on

Aku terdiam beberapa menit. Pekerjaan yang harusnya segera aku bereskan akhirnya tertunda oleh pikiranku yang kembali ke masa lalu. 

Entah berapa lama aku menunggu saat ini. Sudah dua tahun aku tak mendengar kabar darinya. Dan entah berapa lama sejak kita memutuskan untuk berpisah, baru kali ini aku menemukannya kembali. Di Yahoo Messenger.

Aku tau, sejak hari itu, dia berusaha keras menjauh dariku. Semua yang berhubungan denganku dihilangkan dari hidupnya.  Facebook, Twitter. Bahkan dia mengganti nomornya. Tak satupun teman-temannya tau keberadaan dirinya.

Sampai saat ini aku tak tahu apa yang membuatnya meninggalkanku. Aku selalu tanya mengapa, dan dia selalu menjawab bukan sekarang. 

Tiba-tiba room chat darinya muncul di layar monitorku. Dadaku mulai sesak. Aku mulai perpikir, apakah saat ini adalah hari dimana aku mendapat jawaban dari kata “mengapa” yang selalu menggantung selama dua tahun ini.

“Hai”

“Hai kamu” Aku bingung, harus memulai dari mana untuk menjawabnya.

“Maaf selama ini menghilang darimu.”

“Ya, dua tahun. Tak selama dari kelihatannya. Mungkin karna aku selalu menunggu. Hahaa!” Entah apa yang aku tulis barusan.

“☺ Jika masih ada kesempatan untuk menemuiku, apakah kau akan datang?”

Mengapa setelah dua tahun baru dia muncul. Ah. Pikiranku menerawang entah kemana. Hati mendadak tak karuan. Aku sudah mulai terbiasa tanpa dirinya, aku sudah mulai merelakannya. Tapi mungkin satu yang pasti, ada yang belum kami bereskan. Sesuatu entah apa. Karena masih ada pertanyaan “mengapa”.

“Aku masih menunggu. Walaupun bukan kesempatan, aku hanya ingin jawaban.”

Ya. Aku masih mencintainya. Masih.

“Ya. Maaf untuk itu. Datanglah ke Rumah Sakit Medika ruang Anggrek nomor 428. Kalau kau memang benar ingin sebuah jawaban. Sudah ya. Aku harus pergi.”

Dan tetiba dia signed out. Hah? Ada apa ini? Rumah sakit? Siapa yang sakit? Dia? Apa lagi ini?

Menunggu jam pulang kantor, aku hanya diam. Aku menunggu dia kembali muncul, tapi itu semua percuma.

Setengah lima sore aku tiba di rumah sakit itu. Segudang pertanyaan sesak menumpuk dalam pikiran. Aku menyusiri lorong demi lorong rumah sakit dan..

“Erika.” Aku menyapa adiknya di depan sebuah kamar.

“Kak Karin di dalam. Dia udah nunggu dari tadi. Masuklah.”

Aku melangkahkan kakiku ke dalam. Jantungku merdegup kencang

Dan akhirnya aku bertemu sesosok tubuh kurus terbaring di atas tempat tidur. Mukanya pucat dan, apakah ini Karin? Aku bertanya dalam hati. Kepalanya botak. Selang-selang banyak mengitari tubuhnya, termasuk oksigen yang ada di hidungnya. Ah Tuhan.

Badanku kaku menatapnya. Ingin mengeluarkan air mata namun tertahan.

“Sini, kemarilah. Duduk di sampingku. Senang melihatmu. Aku kangen.” Dia memanggilku sambil tersenyum dan meneteskan air mata.

Aku duduk disampingnya. Menatap sambil memegang tangan kurusnya.

“Maaf harus seperti ini.” Katanya pelan.

Aku hanya terdiam. Sayup-sayup aku hanya mendengar dia menjelaskan semua secara perlahan.

“Ya. Aku divonis menderita Leukemia dua tahun lalu. Dokter bilang tak akan lama. Aku tau, cepat ataupun lambat, nantinya aku akan pergi dan kita akan berpisah.”

Dia menarik nafas dan melanjutkan.

“Alasan dua tahun lalu aku pergi adalah untuk keluar dari kehidupan kamu. Sebelum nantinya aku pergi selamanya.”

“Harusnya kau bilang padaku.”

“Tidak. Aku tak akan kuat kalau kau harus tau dan menjalani saat-saat dimana kau tak akan mau melepaskanku. Dan aku tak akan mau kau tak mau melepaskanku.”

Peluk tubuhku untuk sejenak

Dan biarkan kita memudar dengan pasti

Biarkan semua seperti seharusnya

Takkan pernah menjadi milikku

“Sekarang, maukah kau menjalani sisa terakhir ini bersamaku?”

17:56. Terdengar sayup adzan maghrib berkumandang, dengan berat hati kubatalkan puasaku hari ini dengan air mata yang mulai menetes.

Posted on 28 July, 2012

CATATAN DIBALIK PEMBUATAN VIDEO UNTUK SAVESTREETCHILD

AAAAAAAAAAAAAAAK!! UDAH LAMA GAK NULIS DI BLOG!! AAAAAAAAAAK!! (ini opening)

Jadi begini,

Jauh sebelum acara Main Yuk ini, saya dihubungi oleh Jodi. Apakah bisa bikinin video untuk sebuah yayasan yang bergerak untuk peduli terhadap anak jalanan, SAVESTREETCHILD.

Oke, setelah obrolan panjang lebar beberapa kali bersama Jodi, akhirnya saya menyanggupi dan kami mebuat kesepakatan.

Hari H, 14 Juli kemaren saya mendatangi lokasi. Agak telat stengah jam, tapi beruntung juga acara Main Yuk baru saja mulai.

Panas dan terik siang itu. Anak-anak jalanan yang memakai kaos biru-biru adem sudah riuh berlarian kesana kemari. Mereka dan anggota kelompoknya harus mengikuti satu per satu permainan yang ada.

Seru rasanya melihat hal ini. Dalam arti kata, pemandangan seperti ini sudah sangat langka saya jumpai di ibu kota. Itu dikarenakan permainan-permainan yang dimainkan adalah permainan traditional. Bukan sebangsa play station xbox atau PSP. 

Permainan seperti kelereng, bola bekel, lompat karet, berhasil mengingatkan saya ke masa kecil. Saya aja takjub, edan permainan ini masih terus ada yang mewarisi ke anak-anaknya. 

Tapi saya yakin, anak kecil dari keluarga mampu dan berada, tidak akan pernah mengerti cara bermain permainan seperti ini. Mereka rugi, karena tidak tahu asiknya bermain bersama teman di luar itu seperti apa.

Saya senang bisa terlibat langsung ke acara ini, membuat saya bisa melihat sisi lain kehidupan jalanan yang jarang orang akan jumpai.

Berlanjut ke Bekasi, saya harus meminta bantuan anak-anak jalanan disana untuk ilustrasi video saya yang dimana adalah rikues dari Jodi.

Akhirnya jelang 2 hari setelah acara Main Yuk yang diadakan di Depok, saya memutuskan berjalan-jalan siang disekitar daerah rumah saya untuk mencari kawan jalanan yang bisa saya dekati personal.

Celana robek-robek, sendal jepit dan tidak mandi hari itu bagi saya cukup untuk terjun ke jalanan. Bersama adik saya, kami jajaki daerah mulai dari tol Bekasi Barat hingga berhenti di Kalimalang Galaxy.

Disana saya bertemu beberapa anak yang sangat antusias melihat saya membawa kamera. Dari jauh mereka melambaikan tangan. Dari jembatan setapak yang menurut saya tidak wajar untuk dijadikan tempat berteduh.

Akhirnya saya mendekati mereka, mencoba berdiri di jembatan kecil itu yang hanya sebuah besi panjang dan tidak ada penyangganya. Miris. Setiap malam mereka beramai-ramai tidur di situ. Saya bertanya, apakah mereka tidak takut tercebur. Mereka hanya tertawa dan berkata “Hahaa, enggak kak. Kita gak takut. Kita semua jago berenang.”

Gak semua di sekitar kita itu baik adanya. Lihat lebih dalam, ada kesusahan yang dibalut senyuman. Tinggalkan comfortzone -mu. Ada banyak yang mau berjuang demi melihat kita memberi harapan. 

Disaat kita mampu, harusnya kita membantu.

Selamat Hari Anak Nasional! God bless us.

Tagged #savestreetchild  

Posted on 23 July, 2012

Mixtape; Kumpulan tembang-tembang manis LDR.

It’s not about the song, it’s about distance between your town and my town.

Download here

1. Thousand Miles (Vanesa Carlton Cover) - Vanilla Sky

If I could fall, into the sky. Do you think time would pass me by. ’Cause you know I’d walk a thousand miles if I could just see you, tonight.

2. I Miss You (Blink 182 Cover) - Boyce Avenue

Don’t waste your time on me you’re already the voice inside my head (I miss you, I miss you).

3. Ass Back Home - Gym Class Heroes

I don’t know, where you’re going or when you’re coming home, I left the keys under the mat to our front door for one more chance to hold you close

4. Lovesong - Adele

However far away I will always love you.

5. Vienna - The Fray

There’s so many words that we can say, spoken upon long-distance melody. This is my hello. This is my goodness.

6. A Movie Script Ending - Death Cab For Cutie

Passing through unconscious states. When i awoke i was on the highway.

7. Long Distance Call - Phoenix

Long time no see, long time no say. Got little to tell, I don’t say much, but I might something always told me us two would be serious. I am looking around town, thinking the same as you.

8. Six Months - Hey Monday

And I can’t think of anybody else. Who I hate to miss as much as I hate missing you.

9. At Least We Made It This Far - Relient K

I’m so tired of the phone baby, I don’t like the tone of the way we say I love you a thousand times. We say those words but we can’t look into each others eyes.

10. A Lack Of Color - Death Cab For Cutie

I should have given you a reason to stay.

11. The Ladder - Andrew Belle

One if by the land or two by sea. So won’t you leave for me a light outside your doorway?

12. And You Give - Matthew Barber

You started out, two winters past. Time stood still, we were moving too fast. You ran away, April, May, and June. When you came back, I was over the moon.

13. Farmer Chords - Benjamin Gibbard

No matter how far you’ll be from my lonely arms outstretched, just beyond your reach.

14. Passenger Seat - Death Cab For Cutie

I roll the window down and then begin to breathe in. The darkest country road and the strong scent of evergreen from the passenger seat as you are driving me home.

15. Transatlanticism - Death Cab For Cutie

The distance is quite simply much too far for me to row, it seems farther than ever before.

16. California - Copeland

I miss the way you sing low, so I can’t hear your voice over the radio in my car. But you knew every word they sang, you know just the right thing to say when the distance rips us farther and farther and farther away. I’ll see you soon. If you’re coming back this way again.

Posted on 24 June, 2012

UJIAN

“Kill, lo gatau tadi pagi papi nangis?”

“Enggak. Kenapa?”

“Papi nangis tau gara-gara liat temen-temen Lisa lagi pada mau siap-siap Ujian Nasional. Papi pas lagi di AlfaMart.”

“…”

“Terus papi pulang, nangis bareng mami.”

“Gue juga semalem nangis, gara-gara baca tweet temen-temen si Lisa lagi persiapan buat Ujian Nasional hari ini.”

***

Waktu itu pernah gue ke tempat seorang teman baik yang ibunya baru saja meninggal. Gue bandingin diri gue ama dia. Gue mau liat, gimana diri gue waktu kehilangan adik perempuan gue. Apa sama remuknya dengan temen gue ini.

Ternyata kayaknya enggak. Dia terlihat gak terlalu sedih, matanya gak sembab, air matanya gak menetes setetespun pas meluk gue walau dia berkata “Kita sekarang sama-sama kehilangan seorang perempuan yang kita sayang dalam keluarga kita.” Eh yang ada malah gue yang mewek. :)) 

Setelah pulang gue nanya sama seseorang yang ikut dateng bareng ke rumah temen gue itu, dan dia juga ada saat adik gue meninggal.

“Dia gak kelihatan sedih banget yah? Beda ama gue pas si Lisa meninggal.”

“Ya bedalah. Kadang kalau orang tua yang meninggal, kadang kita pasti sudah tau, itu mungkin memang sudah waktunya. Di dalam keluarga pemikiran setiap orang pasti orang tua dulu yang menemui ajalnya, kemudian anak-anaknya. Kalau anak yang meninggal duluan, itu pasti akan lebih menyedihkan. Karena sebenarnya masih banyak yang bisa dia lakukan.”

***

Kalau adek gue masih ada. Sekarang pasti dia lagi belajar di dalam kamar sambil BBM -an sama temennya. Dia gakan stress. Gue tau, adik gue pinter. Iyalah. Kalo nggak mah gakan ranking empat. :))

Ujian buat kita adalah melihat teman-teman Lisa melangkahkan kaki menuju sekolah. Lebih susah dari gue harus rapihin alat tulis di lorong sekolah untuk menuju ruang ujian dulu. Lebih susah dari soal yang gak bisa gue jawab.

Selamat menempuh ujian temen-temen Lisa. Resya, Ryan, Risa, Syifa, Jessica. Air mata kami doa untuk kalian. Masih inget gak kata mami waktu kalian berdiri di samping peti Lisa hari itu?

“Kalian harus jadi anak-anak yang berhasil ya.. Harus! Mami gak bisa lihat Lisa berhasil, tapi mami pasti bahagia lihat kalian semua berhasil.”







Kecup,

- Kakaknya Lisa

Posted on 23 April, 2012

default album art CD reflection

    Track:
    Make You Feel My Love

    Artist:
    Adele

    Album:
    19 (Deluxe Edition)

    Plays:
    1,092 plays

 

“Kak Kila, ulang lagu ini terus yah ampe gue ketiduran” - @cababeth

Posted on 23 April, 2012

Posted on 4 April, 2012

:)

Besok adalah hari yang penting untuknya, dia akan bertemu kekasihnya. Mereka berbeda kota, tapi masih merasa rindu yang sama.

 

Ini pertemuan mereka setelah 20 hari tidak bertemu. Dia siapkan semua. Memesan travel jauh hari sebelumnya, memilih jam yang tepat, memesan seat bagus di belakang supir. Bahkan diapun sudah mencuci rambutnya hari ini, agar nanti ketika bertemu, kekasihnya tidak mencium sesuatu yang janggal ketika mengecup keningnya. Dari kemarenpun dia sudah mulai merias dirinya, dipakainya warna kuteks kesukaan kekasihnya itu. Warna biru dia oleskan di kuku-kukunya, dia membayangkan akan semakin indah ketika tangan itu bergenggaman dengan tangan lelaki yang ia rindukan.

 

Malam ini, sudah tak sabar dia mau mengirimkan satu kalimat yang dia tahan seharian ini karena kegirangan untuk hari esok. Lama dia menunggu, kekasihnya masih sibuk di kampus. Masih latihan untuk big band yang diikutinya.

 


21:04

 

“Aku mau cerita”

 

“Ya, ceritalah. Aku mendengarkan :)”

 

“Aku sekarang jadi pemain utama, aku seneng, tapi susah.”

 

“Ah aku tau kamu pasti bisa kok”

 

“Iya, ini sebenarnya mendadak. Tadi aku di sms jam empat harus latihan. Dan akhirnya aku jadi pemain utama.”

 

“Ah aku seneng dengernya.”

 

“Tapi jadwal latihan jadi padat. Besok, aku harus latihan lagi sampai malam.”

 

“…”

 

 

 









—-

 

“Aku sudah cancel keberangkatanku :)”

 

—-

 

 

 

 

 

 





“Besok, begitu ketemu kamu. Peluk aku setengah jam yah.” *delete*

 

 #nowplaying Coldplay - See You Soon

Kamu, masih kuatkah menahan rindu?




Tulisan ini, di-ilhami dari tulisan @_FHMY http://fiksi.kompasiana.com/cerpen/2012/03/03/kamu-masih-kuatkah-menahan-rindu/

Posted on 6 March, 2012

Dear, Elisabeth

Ah entah sudah berapa bulan ini, gue udah mulai memasuki fase males ngitung. Males ngitung sudah berapa lama gue gak bisa ketawa bareng lu lagi. Semakin gue hitung semakin gue sesek. Toh hitung gak hitung sama aja, lo di sana-sana juga, gue di sini-sini juga. Kecuali ada kepastian lo akan kembali atau gue yang kesana, mungkin akan menyenangkan untuk gue nandain kalender hadiah dari restoran tempat biasa kita makan bareng.

Banyak yang mimpiin lo akhir-akhir ini, itu termasuk gue. Tapi gue males, kenapa mereka harus pada cerita ke gue yak? Gue bukan cenayang, buku primbonpun aku tak punya. Gue gak bisa nebak artinya apa untuk yang lu lakukan di mimpi-mimpi mereka. Tapi kan emang lo begitu anaknya. Gakan bisa ditebak otaknya. Lo inget kan kira-kira empat hari sebelum lo pergi, lu ngurung diri di kamar. Lo ngunci diri bikin kita semua panik et de diskoh. Itu terakhir kalinya gue pengen noyor kepala lo habis-habisan. Walau gue bangga, cuma gue yang berhasil bujuk lo kluar dari kamar dengan bermodalkan BBM doang.

Hari-hari yang gue lewatin lagi berat. Tapi entah kenapa gue merasa lo lagi butuh gue di sana. 

Gue masuk rumah sakit, entah ini ada sedikit campur tangan lu atau tidak. Yang jelas, gue bisa sedikit merasakan yang mungkin lo rasain ketika di tempat itu.

Gue dibawa ke UGD tempat lo trakhir kali nutup mata buat selamanya. Dan konyolnya gue harus dibaringkan di ranjang yang sama.

Entahlah, rasanya menderita saat gue tahan sakit sore itu. Dan gue merasa seperti ini :

Hari-hari terakhir sebelum gue masuk rumah sakit, gue terus mikirin lo. Mungkin gue vertigo hari itu supaya gue bisa berbaring di ranjang itu, ngerasain apa yang lo rasain hari itu. Sesak dan gak kuat. Sempat terlintas di benak gue untuk mati ketika rasa sakit nyerang seluruh badan gue. Dan itu bikin gue inget lo yang merintih hari itu. Dan mungkin gue bisa nangkep bahwa lu mau menyampaikan ini sama gue. Supaya gue mengerti, nahan lo tetep ada hanya akan bikin lo menderita.

Dan lo tau gak ruang inap gue, bersebalan dengan ruang isolasi lo. Ruang terakhir lo di rawat. Dan suster yang dorong ranjang gue dari ruang UGD ternyata adalah yang salah satu ikut mompa jantung lo hari itu.

What the?

Yasudahlah, gue seneng ini kok. Semua pada nanyain gue mo makan apa. Lo inget gak waktu orang-orang pada nanyain lo waktu itu “Lisa mau makan apa?” dan lo bingung, gue selalu bisikin “bilang lo mau makan ini Cha” dan lo pun menurut. Dan dalam 10 menit, makanan itu habis di perut gue, nungguin sisa lo yang paling cuma makan 5 suap.

Gue kangen. Gatau harus berapa kali gue nulis ini sambil seka air mata gue. Rasanya cepet banget. Rasanya lo masih di kamar lo. Rasanya gue baru aja kemaren jemput lo di depan pagar. Rasanya baru kemaren gue noyor kepala lo berkali-kali ampe lu BT. 

Rasanya baru kemaren, gue punya adik perempuan.

N.B : Mungkin dalam beberapa hari ke depan, gue ganti bunga putih dan ungu yang gue beli beberapa bulan lalu.

Posted on 3 March, 2012

"I have a history of making decisions very quickly about men. I have always fallen in love fast and without measuring risks. I have a tendency not only to see the best in everyone, but to assume that everyone is emotionally capable of reaching his highest potential. I have fallen in love more times than I care to count with the highest potential of a man, rather than with the man himself, and I have hung on to the relationship for a long time (sometimes far too long) waiting for the man to ascend to his own greatness. Many times in romance I have been a victim of my own optimism."

—  Elizabeth Gilbert | Eat, Pray, Love

Posted on 1 March, 2012

Posted on 19 February, 2012

Posted on 19 February, 2012


Vivid Theme by JoachimT
Powered by Tumblr

Install Theme